Implementasi Supply Chain Management SCM dalam Sistem Gudang Ikan WMS

2020-10-14

Implementasi Supply Chain Management SCM dalam Sistem Gudang Ikan bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pergudangan. Supply Chain Management (SCM) merupakan suatu sistem yang dapat   mengkoordinir proses perpindahan material, informasi dan keuangan dalam  suatu  perusahaan.  Salah  satu  faktor  yang memerlukan biaya dalam memasarkan produk yaitu manajemen  logistik  yang  terdiri  dari  perancangan produk, pengadaan material, produksi, pengendalian persediaan dan penyimpanan   barang. Koordinasi yang terjadi ini tidak hanya ada didalam perusahaan,  tetapi juga  untuk semua  aktifitas diluar perusahaan.  Tujuannya adalah agar manajemen kebutuhan persediaan bahan baku menjadi  lebih efektif dan efisien.

Supply chain (rantai pengadaan) adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produk dan jasanya kepada para pelangannya. Rantai ini juga merupakan jaringan  dari berbagai organisasi yang saling berhubungan yang mempunyai tujuan yang sama,yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan barang tersebut

Berikut  ini  adalah  fungsi  dari supply chain management (SCM):

1. SCM secara fisik mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan menghantarkannya ke pamakai akhir . Fungsipertama   ini berkaitan dengan Biaya-Biaya fisik,
yaitu Biaya material, Biaya menyimpanan, Biaya produksi, Biaya transportasi, dan sebagainya.

2. SCM sebagai mediasi pasar,yakni memastikan bahwa apa yang disuplai   oleh rantai supplychain mencerminkan aspirasi pelanggan atau  pemakai akhir  tersebut. Fungsi kedua  ini  berkaitan  dengan  biaya-biaya  survey pasar,perancanganproduk,serta   biaya-biaya akibat tidak terpenuhinya aspirasi   konsumen oleh produk yang  disediakan oleh  sebuah rantaisupplay chain.

Biaya-Biaya ini bisaberupa Biaya markdown, yaknipenurunan harga produk yang  tidak laku dijual dengan harga normal,atau Biaya  kekurangan supply yang dinamakan dengan stockout cost.

Kesuksesan  implementasi prinsip  ini biasanyamembutuhkan  perubahan-perubahan pada  tingkatan strategis maupun    taktis. Sebaliknya, kegagalan biasanya ditandai oleh ketidakmampuan  manajemen mendefinisikan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menggiring  komponen-komponen supply chain yang  komplek  kearah yang sama.

Anderson, Britt, danFavre (1997)  memberikan 7 prinsip dalam SCM yang diperuntukkan bagi manajer dalam   merumuskan   keputusan strategis, yaitu:

  1. Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhannya

  2. Sesuaikan jaringan logistik untuk melayani kebutuhan pelanggan yang berbeda.

  3. Dengarkan permintaan pasar dan jadikan permintaan tersebut sebagai dasar dalam perencanaan kebutuhan (demand planning)   sehingga bisa menghasilkan ramalan yang konsisten dan alokasi sumber daya yang optimal.

  4. Deferensiasi  produk  pada  titik yang  lebih  dekat dengan konsumen dan percepat konversinya disepanjang rantai supply chain.

  5. Kelola sumber-sumber suplai secara strategis untuk mengurangi Biaya   kepemilikan   dari material ataupun jasa.

  6. Kembangkan strategi teknologi untuk keseluruhan rantai supplay chain yang mendukung pengambilan keputusan berhirarki serta berikan gambaran yang  jelas  dari  aliran produk, jasa, maupun informasi.

  7. Adopsi pengukuran kinerja untuk sebuah supply chain secara keseluruhan    dengan maksud  untuk meningkatkan  pelayanan kepada konsumen akhir

hasillaut.com Cold Chain Storage, Transport and Fulfillment Services, Penitipan Gudang Beku untuk penyimpanan hasil laut, kami berusaha membantu memberikan kemudahan didalam sistem penitipan gudang dengan konsep B2B dan B2C.
© 2018 hasillaut.com All Rights Reserved
e. tanya [@] hasillaut.com
e. hasillautoline [@] gmail.com
Follow media sosial Hasil Laut